Selasa, 21 April 2015

Tugas Essay Kesehatan Mental

Essay Pertama

Depresi? Apa sih pengertian dari depresi itu?


Setiap orang hampir pernah mengalami depresi pada saat saat tertentu, seperti sedih, lesu, tidak bersemngat menjalani aktivitasnya walaupun itu menyenangkan. Situasi yang menjadi penyebab utama depresi adalah kegagalan disekolah, teman kerja, ataupun dalam hal cinta. Depresi abnormal ketika depresi tersebut terjadi di luar kewajaran dan berlanjur sampai dimana kebanyakan orang sudah dapat pulih kembali (Atkinson dkk., 1992)


Manurut kamus lengkap psikologi Depression (depresi); 1. Orang normal, merupakan keadaan kemurungan (kesedihan, kepatahan semangat) yang ditandai dengan perasaan tidak pas, menurun nya kegiatan dan pesimisme menghadapi masa yang akan datang. 2. Pada kasus patologis, merupakan ketidakmampuan ekstrim untuk mereaksi terhadap perangsangan, disertai menurunya nilai diri, delusi ketidakpasan, serta menurunnya harga diri. Sedangakan menurut Beck (McDowell dan Newel, 1996) mendefinisikan depresi sebagai keadaan abnormal organisme yang dimanifestasikan dengan tanda simptom- symptom seperti: menurunya mood subjektif, rasa pesimis dan sikap nihilistic, kehilangan kespontanan dan gejala vegetatif (seperti kehilangan berat badan dan gangguan tidur). Depresi juga merupakan kompleks gangguan yang meliputi gangguan afeksi, kognisi, motivasi dan komponen perilaku.

Kehilangan orang yang dicintai untuk selamanya itu? sangat menyakitkan sekaligus menyedihkan. Hal ini dialami oleh Beny Sutanto (30), warga Sidoarjo, Jawa Timur yang belum lama ditinggal untuk selamanya oleh istri Beny yang sedang hamil tujuh bulan. Hal ini membuat Beny depresi hingga akhirnya ia mengakhirinya hidupanya dengan terjun dari lantai tiga sebuah pusat perbelanjaan kawasan Surabaya, aksi ini membuatnya tewas ditempat kejadian. Sebelum melakukan hal ini Beny sempat menabrakan mobilnya ke pembatas parkir lantai tujuh pusat perbelanjaan itu. Lantas, Beny turun dari mobil dan menuju kantin mal yang terletak dilantai tiga, menurut saksi mata sebelum Beny melompat untuk mengakhir hidupnya ia sempat terlihat duduk seorang diri di meja kantin dan selang beberapa menit ia berdiri dan menuju tepi gedung.

Lalu tiba-tiba Beny melompat dan berteriak kencang. Hingga membuat pengunjung mal heboh. Beny pun tewas bersimbah darah setelah tubuhnya jatuh di jalan menuju parkiran. Sebelum melakukan aksi yang anarkis ini Beny sempat berkirim pesan ke keluarganya via SMS (pesan elektronik) sekitar pukul 11:45 WIB yang berisikan “Ko tlg ya jempit jenasahku di mall itc. Da ga sanggup lagi amu. Bye bye ko. Thx ya”. Menurut salah satu keluarga korban yang datang ke tempat kejadian “Sejak istrinya meninggal, sikap Beny banyak perubahan. Istrinya meninggal dalam kondisi hamil tujuh bulan. Sejak saat itu, bawaannya murung terus” dan pada hari kejadian itu Beny berpamitan untuk pergi ke ITC dan keluarga sempat ingin mengantarnya tetapi di tolak oleh Beny karena ia ingin pergi sendirian.

Dari teori dan salah satu kasus tentang depresi. Yang dialami oleh Beny merupakan depresi yang sangat berat dimana ia kehilangan istrinya dan calon anaknya, bagaimana tidak berat calon anak merupakan dambaan dari sebuah keluarga. Beny depresi akibatnya ia mengambil jalan pintas untuk bunuh diri dalam menyelesaikan depresinya. 

Sumber Refernsi:
Essay Kedua


Hubungan antara kesehatan mental dengan kecerdasan emosional. Apa sih arti dari kesehatan mental dan kecerdasan emosional itu sendiri? Disimak baik-baik ya penjelasannya.

Menurut organisasi kesehatan dunio (WHO) kesehatan adalah suatu kondisi perasaaan yang sempurna, baik secara fisik, mental/ kejiwaan, maupun lingkungan sosialnya. Selanjutnya apa sih pengertian dari emosi? “Emosi” berasal dari bahasa latin yaitu movere, yang berarti “menggerakkan, bergerak” (Goleman, 2006). Menurut Goleman (2006) emosi adalah suatu perasaan dan pikiran yang khas, suatu keadaan fisiologis dan biologis, dan serangkaian kecenderungan untuk bertindak. Menurut Goleman (2006) kecerdasan emosi adalah kemampuan untuk mengendalikan impuls emosional, kemampuan untuk membaca perasaan orang lain, dan kemampuan untuk membina hubungan yang baik dengan orang lain. Konsep Kecerdasan Emosional Goleman (2006) menyatakan bahwa konsep kecerdasan emosional meliputi lima wilayah utama, yaitu : a. Mengenali emosi diri Kesadaran diri adalah kemampuan untuk mengenali perasaan sewaktu perasaan itu terjadi. Ini merupakan dasar kecerdasan emosional. Konsep ini meliputi kemampuan untuk memantau perasaan dari waktu ke waktu yang merupakan hal penting bagi wawasan psikologi dan pemahaman diri. Ketidakmampuan untuk mengenali emosi diri kita yang sesungguhnya membuat kita berada dalam kekuasaan perasaan. Orang yang memiliki keyakinan yang lebih tentang perasaannya adalah sebuah pilot yang andal bagi kehidupan mereka. Karena mereka mempunyai kepekaan yang lebih tinggi akan perasaan mereka yang sesungguhnya di dalam pengambilan keputusankeputusan masalah pribadi, mulai dari masalah siapa yang akan dinikahi sampai ke pekerjaan apa yang akan diambil.

Dari teori diatas, saya bisa mengambil salah satu contoh tentang seseorang guru yang tidak bisa mengatur kecerdasan emosionalnya. Ade Sukma Fachrurromdzi adalah salah satu siswa SMP IT Insan Mubarak yang dipukul oleh Kholil selaku guru Ade Sukma hingga pingsan dan mengalami luka hingga harus di jahit dibagian pelipisnya akibat prilaku Kholil. Ade Sukma bukan hanya satu korban yang mengalami kekerasan di dunia sekolah sebenarnya sudah banyak terjadi di Indonesia ini. Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Agus suradika menentang keras perlakuan kasar seorang tenaga pendidik kepada muridnya. Menurut Agus, jika seorang guru tidak bisa mengendalikan emosinya lebih baik tidak memilih profesi sebagai tenaga pengajar. Hingga saat ini tidakan guru Ade Suma sudah ditangani unit PPA Polres Metro Jakarta Barat. Dalam waktu dekat polisi segera memanggil Kholil untuk menjalani pemeriksaan. Kholil mengaku tidak sengaja memukul anak didiknya itu.

Lalu apa hubungannya kesehatan mental dengan kecerdasan emosional? Dari teori yang sudah jabarkan dan saya berikan salah satu kasus. Menurut saya kondisi seseorang yang sedang tidak baik dalam jiwa ataupun mentalnya akan dapat mempengaruhi emosionalya. Kholil adalah satu orang yang tidak dapat mengendalikan emosinya secara baik dan cerdas. Untuk dapat mengendalikan emosi dengan baik silahkan buka sumber referensi saya pada jurnal kecerdasan emosi pada remaja pelaku tawuran. Jiwa/ mental yang sehat akan mempengaruhi mood kita dalam berkerja ataupun melakukan sesuatu dan akan dapat mengkontrol diri kita untuk mengendalikan situasi yang kita hadapi. Terimakasih atas sumber referensi yang sudah membantu saya dalam penulisan tugas essay pada mata kuliah kesehatan mental.

Sumber Refernsi:

Rabu, 25 Maret 2015

Sejarah Kesehatan Mental, Konsep Kesehatan Mental, dan Model Kesehatan Barat dan Timur

Siapa yang tahu? Apa sih arti kata sehat? Apa keadaan kalian sekarang ini sehat atau sakit? Kalau belom tau bisa dibaca tulisan ini. Semoga bermanfaat. Selamat membaca. :)

Sejarah Kesehatan Mental

Selama ini masih banyak mitos dan konsepsi yang diyakini masyarakat Indonesia mengenai Kesehatan Mental yang keliru, antara lain: gangguan mental adalah herediter/ diturunkan, gangguan mental tidak dapat disembuhkan, gangguan mental muncul secara tiba-tiba, gangguan mental merupakan aib/ noda bagi lingkungannya, gangguan mental merupakan peristiwa tunggal, seks merupakan penyebab munculnya gangguan mental, kesehatan mental cukup dipahami dan ditangani oleh satu disiplin ilmu saja, kesehatan mental dipandang sama dengan “ketenangan batin”, yang dimaknai sebagai tidak ada konflik, tidak ada masalah, hidup tanpa ambisi, pasrah.
  • Jaman Purba/ Pra Sejarah

Penyakit mental di anggap dan diperlakukan seperti penyakit fisik yang dipengaruhi oleh roh jahat, guna-guna, kutukan Tuhan, dan sebagainya. Pasien yang menderita penyakit mental di intervensi melalui kekuatan supra natural. Pasien yang merugikan atau yang tidak dapat disembuhkan akan dibunuh atau dibiarkan meninggal.
  • Tahap Demonologi (sebelum abad pertengahan)

Kesehatan mental dikaitkan dengan kekuatan gaib, kekuatan spiritual, setan dan makhluk halus, ilmu sihir, dan sejenisnya. Gangguan mental terjadi akibat kegiatan yang menentang kekuatan gaib tersebut. Sehingga bentuk penanganannya tidak ilmiah dan kurang manusiawi, seperti: upacara ritual, penyiksaan atau perlakuan tertentu terhadap penderita dengan maksud mengusir roh jahat dari dalam tubuh penderita.
  • Tahap Pengenalan Medis (4abad SM-abad ke 6 SM)

Mulai dari abad ke-4 Sebelum Masehi muncul tokoh-tokoh di bidang medis yang merupakan filsuf-filsuf Yunani. Yaitu Hipocrates, Hirophilus, Galenus, Vesalius, Paracelsus, dan Cornelius Agrippa. Mereka mulai menggunakan konsep biologis yang penanganannya lebih manusiawi. Mereka berpendapat bahwa gangguan mental disebabkan oleh gangguan biologis atau kondisi biologis seseorang, bukan akibat roh jahat. Tetapi pendapat ini ditentang keras dari aliran-aliran yang meyakini adanya roh jahat. 
  • Tahap Sakit Mental dan Revolusi Kesehatan Mental

Tahapan ini mulai muncul pada abad ke-17: Renaissance (revolusi Prancis), dengan tokohnya Phillipe Pinel yang lebih mengutamakan persamaan, kebebasan, dan persaudaraan dalam menangani pasien gangguan mental di rumah sakit.Terjadi perubahan dalam pemikiran mengenai penyebab gangguan mental dan cara penanganan serta upaya penyembuhannya. Tokoh-tokoh yang mendukung adalah:
  1. William Tuke (abad 18), di Inggris: perlakuan moral pasien asylum.
  2. Benjamin Rush (1745-1813), di Amerika Serikat: merupakan bapak kedokteran jiwa Amerika.
  3. Emil Kraepelin (1855-1926), di Jerman: menyusun klasifikasi gangguan mental pertama kali.
  4. Dorothea Dix (1802-1887), di Amerika: mengajar dan memberikan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat miskin dan komunitas perempuan di penjara.
  5. Clifford Beers (1876-1943), di Amerika: pengusaha yang mendirikan gerakan kesehatan mental di Amerika.
  • Tahap Pengenalan Faktor Psikologis (abad ke-20)

Merupakan revolusi kesehatan mental ke-2. Munculnya pendekatan psikologis (Psikoanalisa) yang mempelopori penanganan penderita ganggan mental secara medis dan psikologis. Tokoh utamanya adalah Sigmund Freud, yang melakukan penanganan hipnose, kartasis, asosiasi bebas, serta analisis mimpi. Tujuannya adalah mengatasi masalah mental individu dengan menggali konflik intrapsikis penderita gangguan mental. Intervensi tersebut dikenal dengan istilah penanganan klinis (psikoterapi).
  • Tahap Multifaktoral

Mulai berkembang setelah Perang Dunia II. Kesehatan mental dipandang tidak hanya dari segi psikologis dan medis, tetapi melibatkan faktor interpersonal, keluarga, masyarakat, dan hubungan sosial. Interaksi semua faktor tersebut diyakini mempengaruhi kesehatan mental individu dan masyarakat.
Tahap ini merupakan Revolusi ke-3 gerakan kesehatan mental dengan tokohnya Whittingham Beers (“A Mind That Found Itself”), William James dan Adolf Meyer. Menurut pandangan ini, penanganan penderita gangguan mental lebih baik dilakukan sejak tahap pencegahannya, yaitu:
  1. Pengembangan perbaikan dalam perawatan dan terapi terhadap penderita gangguan mental
  2. Penyebaran informasi yang mengarah pada sikap inteligen dan humanis pada penderita gangguan mental
  3. Mengadakan riset terkait
  4. Mengembangkan praktik pencegahan gangguan mental
Konsep Mental


Sehat dan sakit adalah dua kata yang saling berhubungan erat dan merupakan bahasa kita sehari-hari. Dalam sejarah kehidupan manusia istilah sehat dan sakit dikenal di semua kebudayaan. Sehat dan sakit adalah suatu kondisi yang seringkali sulit untuk kita artikan meskipun keadaan ini adalah suatu kondisi yang dapat kita rasakan dan kita amati dalam kehidupan sehari-hari hal ini kemudian akan mempengaruhi pemahaman dan pengertian seseorang terhadap konsep sehat misalnya, orang tidak memiliki keluhan-keluahan fisik dipandang sebagai orang yang sehat. Sebagian masyarakat juga beranggapan bahwa anak yang gemuk adalah anak yang sehat meskipun jika mengacu pada standard gizi kondisinya berada dalam status gizi lebih atau overweight. Jadi faktor subyektifitas dan kultural juga mempengaruhi pemahaman dan pengertian mengenai konsep sehat yang berlaku dalam masyarakat.
Kata sehat merupakan Indonesianisasi dari bahasa Arab “ash-shihhah” yang berarti sembuh, sehat, selamat dari cela, nyata, benar, dan sesuai dengan kenyataan. Kata sehat dapat diartikan pula: (1) dalam keadaan baik segenap badan serta bagian-bagiannya (bebas dari sakit), waras, (2) mendatangkan kebaikan pada badan, (3) sembuh dari sakit. 
Dalam bahasa Arab terdapat sinonim dari kata ash-shihhah yaitu al-‘afiah yang berarti ash-shihhah at-tammah (sehat yang sempurna ). Kedua kata ash-shihah dan al-afiah  sering digabung digabung menjadi satu yaitu ash-shihhah wa al’afiah, yang apabila diIndonesiakan menjadi ‘sehat wal afiat’ dan  artinya sehat secara sempurna. Kata sehat menurut Kamus Bahasa Indonesia adalah suatu keadaan/ kondisi seluruh badan serta bagian-bagiannya terbebas dari sakit. Mengacu pada Undang-Undang Kesehatan No 23 tahun 1992 sehat adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan seseorang dapat hidup secara sosial dan ekonomis. konsep “sehat”, World Health Organization (WHO) merumuskan dalam cakupan yang sangat luas, yaitu “keadaan yang sempurna baik fisik, mental maupun sosial, tidak hanya terbebas dari penyakit atau kelemahan/cacat”. Dalam definisi ini, sehat bukan sekedar terbebas dari penyakit atau cacat. Orang yang tidak berpenyakit pun tentunya belum tentu dikatakan sehat. Dia semestinya dalam keadaan yang sempurna, baik fisik, mental, maupun sosial.
Pengertian sehat yang dikemukan oleh WHO ini merupakan suatau keadaan ideal, dari sisi biologis, psiologis, dan sosial sehingga seseorang dapat melakukan aktifitas secara optimal. Definisi sehat yang dikemukakan oleh WHO mengandung 3 karakteristik yaitu :
  1. Merefleksikan perhatian pada individu sebagai manusia
  2. Memandang sehat dalam konteks lingkungan internal dan eksternal
  3. Sehat diartikan sebagai hidup yang kreatif dan produktif.Sehat bukan merupakan suatu kondisi tetapi merupakan penyesuaian, dan bukan merupakan suatu keadaan tetapi merupakan proses dan yang dimaksud dengan proses disini adalah adaptasi individu yang tidak hanya terhadap fisik mereka tetapi terhadap lingkungan sosialnya.

Jadi dapat dikatakan bahwa batasan sehat menurut WHO meliputi fisik, mental, dan sosial Sedangkan batasan sehat menurut Undang-undang Kesehatan meliputi fisik (badan), mental (jiwa), sosial dan ekonomi. Sehat fisik  yang dimaksud disini adalah tidak merasa sakit dan memang secara klinis tidak sakit, semua organ tubuh normal dan berfungsi normal dan tidak ada gangguan fungsi tubuh. Sehat mental (jiwa), mencakup:
  • Sehat Pikiran tercermin dari cara berpikir seseorang yakni mampu berpikir secara logis (masuk akal) atau berpikir runtut
  • Sehat Spiritual tercerimin dari cara seseorang dalam mengekspresikan rasa syukur, pujian, atau penyembahan terhadap pencinta alam dan seisinya yang dapat dilihat dari praktek keagamaan dan kepercayaannya serta perbuatan baik yang sesuai dengan norma-norma masyarakat.
  • Sehat Emosional tercermin dari kemampuan seseorang untuk mengekspresikan emosinya atau pengendalian diri yang baik

Sehat Sosial adalah kemampuan seseorang dalam berhubungan dengan orang lain secara baik atau mampu berinteraksi dengan orang atau kelompok lain tanpa membeda-bedakan ras, suku, agama, atau kepercayaan, status sosial, ekonomi, politik.
Sehat dari aspek ekonomi yaitu mempunyai pekerjaan atau menghasilkan secara ekonomi. Untuk anak dan remaja ataupun bagi yang sudah tidak bekerja maka sehat dari aspek ekonomi adalah bagaimana kemampuan seseorang untuk berlaku produktif secara sosial.
Pengertian sehat pada umumnya didefinisikan sebagai sesuatu yang berfokus pada jasmaniah, seperti bebas dari penyakit atau tidak cacat dan kurang memperhatikan hal yang bersifat mental. Konsep sehat itu sendiri yang memang lebih banyak ditemui konsep tentang sakit, ini membuat pemahaman tentang sehat mengalami kerancuan dalam batasan kesehatan sebagai pegangan suatu derajat yang harus dicapai seseorang.

Model Kesehatan Barat dan Timur 

Ada perbedaan antara model kesehatan Barat dan Kesehatan Timur. Berikut adalah penjelasannya:
Model Kesahatan Barat
Model Kesahatan Timur
Model Biomedis (Fruend, 1991)
Dipengaruhi oleh filosofi Yunani (Plato&Aristoteles). Manusia terdiri dari tubuh dan jiwa. Ditambah dengan perkemb biologi, penyakit dan kesehatan semata-mata dihubungkan dgn tubuh saja. Semboyan: “Men Sana In Corpore Sano”. Memiliki 5 asumsi: (Freund, 1991)
  • Tdp perbedaan nyata antara tubuh dan jiwa shg penyakit diyakini berada pada satu bagian tubuh tertentu.
  • Penyakit dapat direduksi pada gangg fungsi tubuh.
  • Penyakit disebabkan oleh suatu penyebab khusus yang secara potensial dpt diidentifikasi.
  • Tubuh seperti sebuah mesin.
  • Tubuh adalah objek yang perlu diatur dan dikontrol.

Bersifat lebih holistik (Joesoef, 1990).
Holistik sempit
Organisme manusia dilihat sbg suatu sistem kehidupan yang semua komponennya saling terkait dan saling tergantung.

Model Psikiatris (Helman, 1990)
Penggunaan berbagai model untuk menjelaskan penyebab gangguan mental. Model organik: menekankan pada perubahan fisik dan biokimia di otak. Model psikodinamik: berfokus pada faktor perkembangan dan pengalaman. Model behavioral: psikosis terjadi karena kemungkinan2 lingkungan. Model sosial: menekankan gangg dalam konteks performansnya.
Holistik luas
Sistem tersebut merupakan suatu bagian integral dari sistem2 yang lebih luas, dimana orginasme individual berinteraksi terus menerus dengan lingkungan fisik dan sosialnya, yaitu tetap terpengaruh oleh lingkungan tapi jg bisa m’ngaruhi dan mengubah lingkungan.
Model Psikosomatis (Tamm, 1993)
Muncul karena ketidakpuasan dengan model biomedis.Dipelopori oleh Helen Flanders Dunbar (1930-an). Tidak ada penyakit fisik tanpa disebabkan oleh anteseden emosional dan sosial. Sebaliknya tidak ada penyakit psikis yang tidak disertai oleh simtom somatik. Penyakit berkembang melalui saling terkait secara b’kesinambungan antara faktor fisik dan mental yang saling memperkuat satu sama lain melalui jaringan yang kompleks.


SUMBER REFERNSI

Terimakasih atas sumber yang saya dapat. Semoga bermanfaat bagi yang membaca. :)



Nama: Sanela Isnaeni Haka
Kelas : 2pa11
NPM : 18513235
Kesehatan Mental

Jumat, 13 Februari 2015

Perbedaan Sikap Terhadap Site Yang Mengandung Content Pornografi Berdasarkan Peran Jenis Kelamin

Perbedaan Sikap Terhadap Site Yang Mengandung Content Pornografi Berdasarkan Jenis Kelamin
Makalah ini disusun untuk memenuhi kelompok pada mata kuliah
“Psi & Teknologi Internet”
Dosen Pengampu
Ira Puspitawati



Disusun Oleh:
Andi Anisa Soraya Darmawangsa                  10513862
Bunga Reski Lestari                                        11513820
Rahmadhanirizki Pramasetya                          17513165
Sanela Isnaeni Haka                                        18513235



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Pengatar
Menurut Soerjono Soekanto dalam buku “Remaja dan masalah-masalahnya”, remaja merupakan masa peralihan (usia berkisar 13 –18 tahun), dimana disebut sebagai anak-anak sudah tidak mungkin, disebut dewasa masih belum bisa. Masa Remaja adalah masa bagi seorang anak mencoba mengidentifikasikan dirinya dengan cara; melakukan yang dilakukan orang, meniru apa yang dilakukan pujaannya. Terkadang ingin pamer, menarik perhatian dari orang sekitar juga ditempuh, dan ini menjadi stigma dari seorang remaja. Boleh dikatakan, masa remaja bahkan masa kanak-kanak menentukan perkembangan psikologi serta daya fikir seseorang yang nantinya berdampak pada kehidupan di masa mendatang. Sehingga orang tualah actor penting dari pembentukan jiwa anak.
Selain peran orangtua, perkembangan psikologi anak juga dipengaruhi oleh lingkungan sosialnya (cara pergaulannya) sehingga dengan siapa, bagaimana, dimana, sangat menentukan perilaku anak. Adalah hal utama membuatkan frame apa yang baik untuk pergaulan anak. Anak yang bergaul ditempat yang baik maka perilakunya baik. Sebaliknya anak bergaul dengan teman yang kurang baik, seperti merokok, tawuran, akan mudah terpengaruh melakukan tindakan kejahatan / kriminal. Memberikan pengertian dan teladan akan hak dan kewajiban, melatih anak bersikap mandiri.
Pornografi di Indonesia saat ini sedang merajalela seperti di Amerika Serikat 20 tahun silam. Alasan pornografi dapat merajalela salah satunya adalah karena media massa terutama situs online. Situs online yang berada di web adalah situs yang dapat diakses oleh siapa saja baik remaja hingga dewasa, dan disitulah bahayanya karena situs online yang mengandung unsure pornografi tidak memiliki kata sandi ataupun cara untuk mengetahui yang mengakses situs tersebut adalah remaja. Orang tua yang bertugas memantau anak merekapun kemungkinan tidak dapat memantau secara maksimal karena mereka sibuk dengan pekerjaan dan tidak menguasai penggunaan alat teknologi zaman sekarang.
Dengan penggunaan alat tekonologi yang sangat dikuasai oleh remaja, dapat memudahkan remaja untuk mengakses site yang mengandung situs pornografi dengan mudah. Begitupula untuk mengdownload file yang mengandung pornografi.
B.     Perumusan Masalah
1.      Apa pengertian pornografi?
2.      Apa saja dampak pornografi pada remaja?
3.      Bagaimana cara melindungi remaja dari pornografi?
4.      Bagaimana perbedaan sikap antara wanita dan pria terhadap pornografi?
C.     Tujuan Penulisan
1.      Perbedaan sikap antara wanita dan pria terhadap site yang mengandung content pornografi



BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Pornografi
Menurut bahasa, pornografi berasal dari kata Yunani “porne” yang berarti perempuan jalang dan graphein berarti menulis. Dari pengertian ini, menunjukkan bahwa objek utama dan sumber pornografi adalah perempuan.
Dalam referensi lain, porno juga bermakna cabul. Dari sinilah pornografi dipahami sebagai penggambaran tingkah laku secara erotis dengan lukisan atau tulisan untuk membangkitkan nafsu birahi. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia disebutkan, Pornografi adalah penggambaran tingkah laku secara erotis dengan lukisan atau tulisan untuk membangkitkan nafsu birahi
Pornografi dapat didefinisikan sebagai  penggambaran tubuh manusia atau perilaku seksual manusia secara terbuka (eksplisit) dengan tujuan membangkitkan birahi (gairah seksual). Pornografi dapat menggunakan berbagai media — teks tertulis maupun lisan, foto-foto, ukiran, gambar, gambar bergerak (termasuk animasi), dan suara seperti misalnya suara orang yang bernapas tersengal-sengal.
Film porno menggabungkan gambar yang bergerak, teks erotik yang diucapkan dan/atau suara-suara erotik lainnya, sementara majalah seringkali menggabungkan foto dan teks tertulis. Novel dan cerita pendek menyajikan teks tertulis, kadang-kadang dengan ilustrasi. Suatu pertunjukan hidup pun dapat disebut pornografi.
B.     Pornografi Normal Pada Remaja
Setiap manusia memiliki naluri seks dan karena itu wajar merasa senang dengan materi seks. Namun demikian, bila remaja sudah sering mengkonsumsi pornografi, dorongan untuk menyalurkan hasrat seksualnya menjadi tinggi. Karena itu, mengkonsumsi pornografi sejak remaja potensial mendorong tumbuhnya perilaku seks di luar pernikahan yang tidak bertanggungjawab.
Seseorang bisa saja melakukan tindakan perkosaan karena dipengaruhi oleh pornografi. Banyak sekali diberitakan media massa tentang perkosaan yang dilakukan setelah pelakunya menonton film porno. Namun demikian, perkosaan umumnya terjadi oleh pelaku yang memandang rendah derajat wanita. Karena itu, pornografi sering dianggap sebagai faktor yang memperkokoh budaya perkosaan terhadap wanita.
C.    Dampak Pornografi Pada Remaja
Bila remaja terus menerus mengkonsumsi pornografi, sangat mungkin ia akan terdorong untuk melakukan hubungan seks pada usia terlalu dini, dan di luar ikatan pernikahan. Apalagi pornografi umumnya tidak mengajarkan corak hubungan seks yang bertanggungjawab, sehingga potensial mendorong perilaku seks yang menghasilkan kehamilan remaja, kehamilan di luar nikah atau penyebaran penyakit yang menular melalui hubungan seks, seperti PMS/AIDS.

Penelitian menunjukkan para konsumen pornografi cenderung mengalami efek kecanduan, dalam arti sekali menyukai pornografi, seseorang akan merasakan kebutuhan untuk terus mencari dan memperoleh materi pornografi. Bahkan lebih dari itu, si pecandu pornografi akan mengalami proses peningkatan (eskalasi) kebutuhan.
Dampak lainnya
·         Pornografi mengakibatkan kerusakan pada lima bagian otak, terutama pada pre frontal corteks (bagian otak yang tepat berada di belakang dahi ß otak logika).
·         Kerusakan pada otak limbik , bagian otak ini digunakan untuk merespon pornografi pada anak dan remaja. Akibatnya bagian otak yang bertanggung jawab untuk logika akan mengalami cacat karena hiperstimulasi tanpa filter. (Otak hanya mencari kesenangan tanpa adanya konsekuensi).
·         Rusaknya otak akan mengakibatkan korban akan mudah mengalami bosan, merasa sendiri, marah, tertekan dan lelah. Selain itu, dampak yang paling mengkhawatirkan adalah penurunan prestasi akademik dan kemampuan belajar, serta berkurangnya kemampuan pengambilan keputusan.
·         Merendahkan kaum wanita, umumnya pornografi memang menonjolkan wanita sebagai objek seks. Dalam hal ini, pornografi dapat memperkuat cara pandang bahwa wanita pada dasarnya hanya mahluk yang berfungsi sebagai pemuas nafsu seks pria saja. Lebih dari itu, banyak media yang menggambarkan adegan perkosaaan terhadap wanita sebagai peristiwa yang penuh kenikmatan dan sensasi. Karena itu, pornografi cenderung menempatkan wanita dalam posisi rendah.

D.    Kerusakan-Kerusakan yang Diakibatkan oleh Pornografi
1.      Pornografi Merusak Jiwa
Kerusakan yang dapat ditimbulkan pornografi bagi pecandunya dari sisi kejiwaan tidak terlepas dari bekerjanya 4 jenis hormon tubuh, yaitu dopamin, neuroepinefrin, serotonin, dan oksitosin.
a.       Dopamin, bekerja untuk menimbulkan sensasi puas, senang, lega, gembira dalam dada. Namun, dopamine juga bekerja menuntut peningkatan level kenikmatan.
b.      Hormon Neuroepinefrin, sebenarnya bekerja untuk memantik ide-ide kreatif. jika hormon ini sudah dikendalikan oleh pornografi yang bersifat merusak, otak pecandu pornografi juga akan selalu dipenuhi dengan yang namanya pornografi dan seksualitas. Apabila ia melihat gambar yang  merangsang sedikit saja, otak akan berpikir “kreatif” untuk berlaku menyimpang.
c.       Hormon Serotonin, bekerja untuk memunculkan rasa nyaman dan tenang. Ketika seseorang bersentuhan dengan yang namanya pornografi, hormon itupun keluar. Efeknya, setiap pecandu pornografi itu orang itu jengah, sedih, tertekan, atau stress, dia akan lari ke pornografi karena itu yang membuatnya tentram.
d.      Hormon Oksitosin, sering dikenal sebagai “hormon cinta” karena hormon ini berhubungan erat dengan hubungan cinta suami istri, kesuburan, kontraksi selama persalinan dan kelahiran, dan pelepasan ASI saat menyusui. Hormon ini pula yang membantu kita merasa baik, dan itu memicu perasaan & perilaku untuk memelihara. Pornografi itu membuat hormon oksitosin bekerja secara terus menerus pada saat si orang tersebut mengakses pornografi. Akibatnya, pecandu tersebut menjadi terikat secara batin dengan pornografi
2.      Kerusakan Otak
Kerusakan otak menjadi hal yang paling sering kita dengar, termasuk pada pembahasan tentang berbagai hormon sebelumnya, kita dapat melihat otak merupakan bagian yang paling banyak menerima pengaruh negatif dari kebiasaan men-candu pornografi, adiksi (kecanduan) ini mengakibatkan otak bagian tengah depan yang disebut Ventral Tegmental Area (VTA) secara fisik mengecil.
Pornografi menimbulkan perubahan konstan pada neorotransmiter dan melemahkan fungsi kontrol. Ini yang membuat orang-orang yang sudah kecanduan tidak bisa lagi mengontrol perilakunya. Rusaknya otak prefrontal conteks, akan membuat perasaan kita selalu kacau, makanya kita akan selalu ketergantungan untuk melihat film porno. Saat melihat film porno, sistim limbik kita akan bekerja, sehingga keluarlah dufamin atau hormon kenikmatan.
3.      Terjerat seks bebas, kelainan perilaku seksual, pelecahan seksual, hingga mengidap berbagi penyakit kelamin
E.     Efek Negative Pornografi Secara Online
Remaja yang paling rentan terhadap kecanduan adalah mereka yang tidak bisa mengandalkan orang tua untuk menyediakan sumber yang konsisten dari kontak dan kenyamanan untuk membantu mereka mengatur keadaan emosional mereka. keluarga tersebut meliputi, tapi tidak terbatas pada, yang mana orang tua dapat menderita kecanduan – termasuk alkohol – atau gagal untuk secara emosional tersedia untuk alasan lain. Anak-anak dari keluarga yang rentan – mereka sering tidak rendah diri dan merasa sendirian. Mereka belajar untuk tidak mempercayai atau bergantung pada orang lain dan mencari cara untuk menghibur dan merangsang diri mereka sendiri yang tidak melibatkan orang-orang yang terpercaya dan tersedia untuk mereka dan berada dalam kendali mereka.
Remaja lain yang terkena bahaya online adalah ajakan seksual yang tidak diinginkan. Remaja yang paling rentan dari setiap kelompok umur sedemikian seksual yang tidak diinginkan (Wolak et al., 2006). Satu dalam 7 remaja dilaporkan telah mengalami provokasi yang tidak diinginkan – yang sebagian besar terlibat undangan untuk bertemu offline, meminta remaja untuk berbicara tentang seks atau menjawab pertanyaan seksual, atau meminta remaja untuk foto seksual eksplisit (Wolak et al., 2006).
F.     Cara Melindungi Remaja dari Bahaya Pornografi
  1. Berikan Pemahaman Kepada Anak Sejak Usia Dini
Memberikan pemahaman kepada Anak sejak sedini mungkin, yang terbaik adalah ketika ia mulai  menjamah berbagai media yang membuatnya bisa mengakses pornografi. Ingat bukan sekedar melarang, tapi memberikan pemahaman, sehingga anak anda tidak takut dengan ancaman anda, karena cepat atau lambat saat ia tahu anda tidak mungkin selalu mengawasinya, maka ia akan mengakses pornografi dengan sembunyi-sembunyi. Jadi tumbuhkanlah kesadaran akan bahaya pornografi sejak sedini mungkin, dengan mensosiliasikan kepada mereka dampak negatif pornografi secara terus menerus, perlahan, dan konsisten! 
  1. Kenali Media Hiburan Anda atau Anak anda
Video Games, Musik, Majalah, Koran adalah hal-hal yang biasa menemani anda ataupun buah hati anda menghabiskan hari libur bersama, namun kadang anda tidak sadar anak-anak remaja anda mulai mengenal pornografi dari hal-hal ini. Video Game seperti GTA misalnya mengandung banyak sekali materi-materi yang bersifat kekerasan dan seksual, lalu lirik dari musik-musik yang beredar saat ini banyak yang menggunakan kata-kata kasar, atau mengandung unsur seksual, begitupun dengan majalah, dan media lainnya, maka jika anda adalah orang tua yang tidak ingin anak anda terjerumus dalam masalah pornografi ini, memperhatikan detail dari media hiburan anak-anak anda sangatlah penting dilakukan
  1. Bagi Para Orang Tua, Berusahalah Untuk Menjadi Mawas Teknologi.
Teknologi internet saat ini adalah sumber materi pornografi yang paling banyak dan mudah diakses, jadi jangan sampai ketidaktahuan anda tentang teknologi membuat anak-anak anda dengan leluasa menikmati materi pornografi tanpa anda ketahui. Se-sibuk apapun anda sempatkanlah diri anda untuk paling tidak mengetahui cara melihat apa saja yang pernah anak anda akses di internet beberapa waktu terakhir, lalu jika memungkinkan anda mulai memanfaatkan berbagai software parental control untuk menjauhkan anak-anak anda dari pengaruh pornografi. Sempatkan diri anda untuk mulai berkomunikasi dengan pakar-pakar yang berkompeten dalam dunia IT untuk mengetahui bagaimana mengontrol aktivitas internet anak anda, dan anda dapat pula mempelajari berbagai teknik memblokir situs-situs penyedia materi pornografi di komputer pribadi anak-anak anda, seperti dengan memanfaatkan DNS Nawala.
  1. Letakkan Komputer Di Ruang Umum
Meletakkan komputer diruang umum yang selalu dapat diawasi seisi rumah akan memudahkan para orang tua untuk mengawasi anak-anaknya, atau bagi para pecandu pornigrafi yang ingin menghentikan kebiasaan buruknya, dengan meletakkan komputer di tempat yang umum, anda akan berfikir dua kali ketika ingin mengakses berbagai materi pornografi ini












BAB III
METODE PENELITIAN
1.      Subjek/ Responden Penelitian
Tim peneliti menyebar angket kepada siswa-siswi kelas 10 dan 11 di SMA daerah Jakarta Timur dan Bogor dengan usia rata 15 hingga 17 tahun. Jumlah wanita yang minta untuk mengisi kuesioner berjumlah 59 orang dan pria berjumlah 51 orang
2.      Kuesioner yang digunakan adalah kueseioner pertanyaan tertutup. Pertanyaan yang terdapat di kuesinor terdapat dilembaran lampiran
3.      Hasil penelitian











           





Hasil penelitian
Hasil penelitian kami pada usia remaja pada rata-rata usia 16 hingga 17 tahun adalah, bahwa remaja perempuan lebih tidak berminat, mengerti, memahami ataupun penasaran pada situs pornografi dibandingkan remaja lelaki.
Wanita lebih tidak menggunakan internet hanya untuk mengaskes situs pornografi. Rata-rata para remaja memiliki teman yang lebih tua tetapi belum tentu mereka yang memberitahu mereka justru diberitahu mengenai situs pornografi dari teman sebaya mereka. Mereka tidak diberitahu  mengenai seks education oleh para orang tua mereka, orang tua mereka juga tidak melakukan pengawasan saat mereka menggunakan internet dan mereka juga tidak mengetahui bahwa anak mereka mengakses situs pornigrafi tetapi para remaja (terutama laki-laki) merasa bersalah jikaorang tua mereka mengetahui kalau mereka mengakses situs pornografi.
Remaja wanita tidak mengalami ‘ketagihan’ saat mengakses situs pornografi dibandingkan oleh laki-laki, mereka juga lebih memilih untuk bersosialisasi dibandingkan menghabiskan waktu untuk mengakses situs pornografi.
Remaja laki-laki merasa telah dewasa setelah mereka mengakses situs porno. Remaja laki-laki lebih sering membicarkan tentang pornografi dibandingkan wanita. Kebanyakan remaja wanita ataupun pria mengakses  situs porno karena mereka penasaran, tetapi bukan merupakan kegiatan mengisi waktu luang, dan setelah selesai mengakses mereka tidak menyimpan foto ataupun video dari situs tersebut.





LAMPIRAN
Angket                        :
Jenis Kelamin :
Umur               :
No
Pertanyaan
SS
S
KS
TS
1
Saya menggunakan internet hanya untuk mengakses situs pornografi




2
Saya merasa senang jika situs pornografi di blokir




3
Orang tua saya memantau saya pada saat saya mengakses internet




4
Saya mengakses situ pornografi pada saat tidak ada kegiatan




5
Saya menghabiskan waktu lebih dari satu jam untuk mengakses situs pornografi




6
Saya lebih suka menghabiskan waktu untuk mengakses situs pornografi dibandingkan menghabiskan waktu untuk kegiatan lain




7
Saya mengakses situs pornografi hingga lupa waktu untuk mengerjakan tugas




8
Saya merasa telah menyia-nyiakan banyak waktu untuk mengakses situs pornografi




9
Saya telah mencoba untuk berhenti mengakses situs pornografi




10
Saya merasa bosan untuk berlama-lama mengakses situs pornografi




11
Saya merasa senang ketika sudah mengakses situs pornografi




12
Saya melewatkan acara-acara sosial karena terlalu asik mengakses situs pornografi




13
Saya senang mengakses situs pornografi




14
Saya tidak tertarik untuk mengakses situs pornografi




15
Saya mengatahui situs porno dari kakak saya




16
Saya menjadikan situs pornografi sebagai kebutuhan seksual




17
Saya menjadikan situs pornografi menjadi hobby saya




18
Saya mengatahui situs pornografi dari teman saya




19
Saya mengatahui situs pornografi dari orang tua saya




20
Saya mengatahui situs pornografi dari pacar saya




21
Saya melihat orangtua saya mengakses situs porno




22
Orang tua saya mengatahui saya mengakses situs porno




23
Saya merasa ada yang kurang ketika saya tidak mengakses situs porno




24
Menurut saya mengakses situs porno hanya membuang waktu




25
Setelah saya mengakses situs porno saya merasa telah dewasa




26
Setelah saya mengakses situs porno saya ingin meniru apa yang telah saya dapatkan dari situs porno




27
Setelah mengakses situs porno saya mengambil file (video, gambar, dll) untuk dijadikan koleksi pribadi saya




28
Saya merasa berdosa atau bersalah jika saya mengakses situs porno




29
Saya tidak tahu malu ketika saya mengakses situs porno berdua dengan teman saya (sejenis kelamin)




30
Jika saya tidak mengakses situs porno dalam waktu dua hari saya merasa tidak bersemangat




31
Saya membicarakan situ porno kepada teman sebaya saya




32
Saya membicarakan situ porno kepada kakak saya




33
Saya membicarakan situ porno kepada adik saya




34
Saya memiliki sebuah kelompok untuk membahas hal yang berbau tentang pornografi




35
Saya suka menukar koleksi pribadi (file tentang pornografi) saya dengan teman




36
Saya memiliki folder khusus untuk koleksi pribadi (seperti video, gambar, dll) yang saya download di situs porno




37
Saya merasa resah atau takut jika orang tua saya mengetahui saya mengakses situs porno




38
Saya mengakses situs porno karena merasa penasaran




39
Saya mengakses situs porno karena teman-teman saya sering bercerita mengenai situs porno




40
Orang tua saya tidak pernah mengajari saya mengenai bahaya pornografi




41
Saya memiliki banyak teman yang lebih tua dari saya





Keterangan:
SS : Sangat Setuju
S : Setuju
KS : Kurang Setuju
STS : Sangat Tidak Setuju












DAFTAR PUSTAKA

Magdalena, Merry. Melindungi anak dari seks bebas. Jakarta:Grasindo
SUMBER REFERENSI