Minggu, 11 Oktober 2015

Tugas 2 - Psikologi Manajemen

       Nama Jabatan              : Finance & Accounting Manager
Departemen                 : Finance & Accounting
Atasan langsung          : Director Finance
Bawahan langsung      : finance Supervisor

Tujuan jabatan; merencanakan, mengembangkan, dan mengontrol fungsi keuangan dan akuntasi di perusahan dalam memberikan informasi keuangan secara komprehensif dan tepat waktu untuk membantu perusahan dalam proses pengambilan keputusan yang mendukung pencapaian target financial perusahan. Berikut adalah tanggung jawab utama dari staf akuntung:

1. Mengelola fungsi akuntasi daam memproses data dan informasi keuangan untuk menghasilkan laporan keuangan yang dibutuhkan perusahan secara akurat dan tepat waktu (dalam bulan / tahun)

2. Mengkoordinasikan dan mengontrol perencanaan, pelaporan, dan pembayaran kewajiban pajak perusahan agar efisien, akurat, tepat waktu, dan sesuai dengan peraturan pemerintah yang berlaku.

3. Merencanakan, mengkoordinasikan dan mengontrol arus kas perusahan (cashflow), terutama pengelolaan piutang dan hutang, sehingga memastikan ketersediaan dana untuk operasional perusahan dan kesehatan kondisi uang

4. Merencanakan dan mengkoordinasikan penyusunan anggaran perusahan, dan mengontrol penggunaan anggaran tersebut untuk memastikan penggunaan dana secara efektif dan efisien dalam menunjang kegiatan operasional perusahan

5. Merencanakan dan mengkoordinasikan pengembangan sistem dan prosedur keuangan dan akuntasi, serta mengontrol pelaksanaannya untuk memastikan semua proses dan transaksi keuangan berjalan dengan tertib dan teratur, serta mengurangi risiko keuangan

6. Mengkoordinasikan dan melakukan perencanaan dan analisa keuangan untuk dapat memberikan masukan dari sisi keuangan bagi pimpinan perusahan dalam mengambil keputusan bisnis, baik untuk kebutuhan investasi, ekspansi, operasional maupun kondisi keuangan lainnya

7. Merencanakan dan mengkosolidasikan perpajakan seluruh perusahan untuk memastikan efisiensi biaya dan kepatuhan terhadap peraturan perpajakan.

Keahlian dan pengatahuan: 

1. Kepemimpinan 
2. Integratas 
3. Pemerikan analitis 
4. Kerjasama 
5. Peduli terhadap keteraturan 
6. Pemerikan stratejik

Latar belakang pendidikan dan pengalaman: 

1. Pendidikan minimum S-1 dalm bidang keuangan atau akuntasi 
2. Pemahaman mengenai standar akuntasi di Indonesia 
3. Pemahana mengenai sistem keuangan dan akuntasi (komputerisasi) 
4. Pemahan mengenai perpajakan  
5. Pemahaman mengenai treasury 
6. Pengalaman minimal 10 tahun variabel dalm mengelola keuangan di industri keuangan
consumer goods, atau manufaktur.


Nama jabatan : Customer Service

Customer Service adalah pelayanan yang disediakan oleh suatu perusahan untuk melayani kebutuhan dan memberikan kepuasan kepada pelanggan yang biasanya meliputi penerimaan order/ pesanan barang, menjawab pertanyaan-pertanyaan atau memberikan informasi dan penanganan keluhan-keluhan yang berhubungan dengan produk yang ditawarkan oleh perusahan yang bersangkutan. Customer Service adalah istilah bahasa inggris untuk perkerjaan pelayanan pelanggan. Customer Service bisa ditempatkan di front office dan berinteraksi langsung secara tatap muka dengan pelanggan atau back office dan berinteraksi melalui telephone atau internet. Berikut adalah tugas Customer Service:

1. Melayani kebutuhan pelanggan memberikan solusi, mencatat pesan atau persoalan yang harus diselesaikan perusahan dan lain-lain

2. Resepsionis, sebagai penerima tamu yang datang ke Bank. Dengan fungsi melayani pertanyaan yang diajukan pelanggan/ nasabah dan memberikan informasi yang diinginkan

3. Sebagai orang yang melayani berbagai macam aplikasi yang diajukan pelanggan/ nasabah atau calon nasabah

4. Sebagai orang yang menjual produk

5. Sebagai relation officer yaitu seseorang yang dapat membina hubungan baik dengan seluruh pelanggan/ nasabah

6. Sebagai komunikator 

       Customer service dapat dari jurusan mana saja dengan minimal jurusan D3 atau S1, dengan syarat memiliki kemampuan komunikasi yang baik, menguasi komputer, mampu berbahasa inggris, cekatan, ramah, dan memiliki jiwa melayani.


Nama jabatan                         : Supervisor
Bertanggung jawab kepada    : Manager/ Asst. Manager

Supervisor adalah seseorang yang diberikan tugas dalam sebuah perhimpunan perusahan sebagaimana ia mempunyai kuasa dan wewenang untuk mengeluarkan perintah kepada rekan kerja bawahannya. Berikut ini adalah tugas seorang Supervisor: 

-    Supervisor bertanggung jawab untuk mengatur, mengontrol, dan meningkatkan kemampuan sumberdaya manusia, bahan baku setengah jadi atau yang sudah jadi dan mesin-mesin produksi didalam wilayah tanggung jawabnya guna memaksimalkan effsiensi, meminimalkan biaya dan menghasilkan bahan setengah jadi atau yang sudah jadi memenuhi standard kebutuhan pelanggan.
-       Bertanggung jawab dalam melakukan supervisi langsung terhadap regu yang dibawahi (serta mampu mensupervisi secara tidak langsung semua karyawan yang berada dibawah tanggung jawabnya), hal ini termasuk dalam memberikan bimbingan/ pelatihan kepada anak buah guna mencapai tingkat batas minimum kemampuan yang diperlukan bagi teamnya dan mendisiplinkan anak buahnya sesuai dengan ketentuan/ peraturan yang berlaku diperusahan
-      Bertanggung jawab dalam mecapai tingkat kuantitas (output), kualitas dan schedule produksi serta tingkat utilisasi mesin produksi yang telah ditetapkan dan disepakati bersama 
-      Bertanggung jawab dalam pemenuhan standard kualitas hasil produksi sesuai dengan tingkat kebutuhan costomer dan schedule pengiriman hasil produksi sesuai PPIC schedule 
-      Bertanggung jawab terhadap keselamatan kerja dan standard kebersihan lingkungan kerja (keteraturan/ kerapihan lingkungan kerja) 
-         Bertanggung jawab dalam melakukan koordiasi dan membina kerja sama team yang solid  
-       Bertanggung jawab dalam membuat laporan secara berkala kepada atasannya atas hasil kerjanya berserta analisa permasalahannya, tindakan-tindakan perbaikan atas permasalahan tersebut serta batas waktu estimasi penyelesaian masalah-masalah tersebut secara singkat, padat, dan kongkrit

Hasil utama dan tantanga seorang Supervisor :

-      Diharapkan memiliki keterampilan dan pengatahuan atas “proses” dari setiap mesin yang menjadi tanggung jawabnya tersebut
-       Diharapkan memiliki pengatahuan atas aplikasi produk dari pelanggan (customer product knowledge) 
-       Diharapkan untuk mengatur program perbaikan berkelanjutan guna mengliminasi ahan tidak jadi dan meningkatkan efisiensi
Wewenang Supervisor: 

-       Wewenang dalam mendisiplinkan bawahan nya sesuai dengan ketentuan/ peraturan yang berlaku di perusahan   
-       Wewenang dalam menghentikan dan mengatur pengoperasian mesin-mesin produksi guna mencapai hasil produksi sesuai dengan kebutuhan pelanggan serta pemenuhan batas waktu pengeriman hasil produksi 

Untuk menjadi Supervisor minimal Pendidikan setara dengan S1 dapat berasal dari jurusan apapun dengan minimal IPK ≥ 3.00, berpengalaman dan menguasai Microsoft Office.

Jumat, 02 Oktober 2015

Tugas 1 - Psikologi Manajemen


Psikologi Manajemen terdiri dari dua suku kata, yaitu Psikologi dan Manajemen. Untuk mengatahui apa sih arti dari psikologi manajemen kita perlu mengatahui terlebih dahulu pengertian psikologi dan manajemen. Ditinjau dari ilmu bahasa, kata psikologi berasal dari kata psyche yang artinta jiwa dan logos artinya ilmu pengatahuan. Jadi psikologi adalah ilmu pengatahuan tentang jiwa atau ilmu jiwa. Sedangkan menurut kamu besar bahasa indonesia manajemen adalah orang yang mengatur perkerjaan atau kerja sama diantara berbagai kelompok atau sejumlah orang untuk mencapai sasaran atau orang yang berwenang dan bertanggung jawab membuat rancana, mangatur, mempin, dan mengendalikan pelaksanaannya ntuk mencapai sasaran tertentu. Kata manajemen itu sendiri berasal dari bahasa Prancis kuno menagement yang artinya seni melaksanakan dan mengatur.
Lalu? Pengertian dari psikologi manajemen itu sendiri apa? Psikologi manajemen adalah ilmu tentang bagaimana menatur/ me-manage sumber daya yang ada untuk memenuhi kebutuhan. Terus apa kaitannya dengan psikologi? Psikologi adalah ilmu yang kaitannya dengan manusia atau sumber daya manusia (SDM) sedangkan SDM itu tersebut merupakan faktor terpenting dari ketoga modal kerja perusahan manapun. Ilmu psikologi mampu mengintervensi berbagai faktor internal manusia, seperti:
·         Motivasi, contoh apa motivasi karyawan datang tepat waktu
·         Sikap kerja, contoh bagaimana sikap kerja karyawati yang sedang mengalami PMS
·         Keterampilan, dsb
Sehingga mampu mencapai kinerja SDM yang tinggi untuk produktivitas perusahan.
Sedangkan didalam suatu manajemen terdapat yang namanya organisasi, organisasi terdiri dari kelompok orang-orang atau dapat dikatakan juga terdiri dari kelompok-kelompok tenanga kerja (dalam hal organisasi perusahanan)yang berkerja untuk mencapai tujuan organisasinya. Manajemen memiliki empat fungsi utama yaitu:
1.  Planning (Perencanaan), hal ini merupakan proses awal untuk menetapkan tujuan dan target, menggunakan strategi apa yang dipakai untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan, menentukan sumber daya apa saja yang akan dipakai.
2.      Organizing (Pengorganisasian), proses bagaimana strategi untuk mencapai suatu tujuan dan target itu dapat bekerja dalam perencanaan yang sesuai, menetapkan struktur organisasi yang menunjukan adanya tanggung jawab, terdapat kegiatan pengembangan, serta pelatihan untuk meningkatkan kualitas. 
3.    Directing (Pengarahan), proses pelaksanaan program-program dalam organisasi, dalam hal ini terdapat job description (seperti hal apa saja yang akan dilakukan) agar dapat dilaksanakan dengan baik
4.      Controlling (Pengawasan), proses yang dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan yang telah di rancana, organisasi, arahan dapat berjalan sesuai target dan dapat mencapai tujuan.
Contoh kasus: suatu perusahan “X” adalah perusahan baru yang bergerak pada bidang jasa online, seperti pengiriman barang dan transpot yang dapat diakses dengan mendownload aplikasi perusahan “X” di smartphone, perusahan “X” memiliki tujuan untuk mengurangi pengangguran yang ada di kota selain itu memiliki tujuan untuk memudahkan pengguna jasa layanan perusahan “X” dalam bidang transportasi dan pengiriman barang (Planning), dalam penerimaan driver perusahan “X”, perusahan “X” memberikan kreteria-kreteria yang memenuhi standar, setelah penerimaan driver tersebut diberikan pengarahan tentang apa saja yang akan didapatkan oleh driver, bagaimana cara menerima orderan (Organizing dan Directing), setelah itu diperlukan pegawasan utnuk memastikan semuanya berjalan dengan baik (Controlling) .
Sumber daya (suatu potensi yang dimiliki suatu materi atau unsur tertentu) terbagi dalam lima hal yaitu:
1.      Sumber daya manusia, contohnya karyawan yang berkerja di suatu perusahan tertentu
2.      Sumber daya informasi, bukan hanya data informasi melainkan mencakup perangkat keras, perangkat lunak dalam suatu perusahan dan para pemakai informasi
3.      Sumber daya fisik, semua komponen yang ada didalam perusahan seperti komputer, meja, kursi, dan lain sebagainya
4.      Sumber daya keuangan, segala sesuatu yang berasal dari uang seperti penanaman modal
5.     Sumber daya alam, segala potensi yang berasal dari alam seperti tanah yang dipakai untuk mendirikan perusahan, air, dan lain sebagainya
Komunikasi adalah suatu proses pengiriman berita dari seseorang kepada orang lain. Contoh: si “S” memberikan berita kepada “M” bahwa “W” sudah dipecat dari perusahan akibat korupsi. Unsur komunikasi:
1.      Adanya pengirim berita ( si “S”)
2.      Penerima berita ( si “M”)
3.      Berita yang dikirim (infomasi dan fakta bahwa “W” telah dipecat dari perusahan)
·         Fakta dan informasi
·         Emosi
·         Fakta yang bercampur emosi
4.      Media pengirim




Selasa, 21 April 2015

Tugas Essay Kesehatan Mental

Essay Pertama

Depresi? Apa sih pengertian dari depresi itu?


Setiap orang hampir pernah mengalami depresi pada saat saat tertentu, seperti sedih, lesu, tidak bersemngat menjalani aktivitasnya walaupun itu menyenangkan. Situasi yang menjadi penyebab utama depresi adalah kegagalan disekolah, teman kerja, ataupun dalam hal cinta. Depresi abnormal ketika depresi tersebut terjadi di luar kewajaran dan berlanjur sampai dimana kebanyakan orang sudah dapat pulih kembali (Atkinson dkk., 1992)


Manurut kamus lengkap psikologi Depression (depresi); 1. Orang normal, merupakan keadaan kemurungan (kesedihan, kepatahan semangat) yang ditandai dengan perasaan tidak pas, menurun nya kegiatan dan pesimisme menghadapi masa yang akan datang. 2. Pada kasus patologis, merupakan ketidakmampuan ekstrim untuk mereaksi terhadap perangsangan, disertai menurunya nilai diri, delusi ketidakpasan, serta menurunnya harga diri. Sedangakan menurut Beck (McDowell dan Newel, 1996) mendefinisikan depresi sebagai keadaan abnormal organisme yang dimanifestasikan dengan tanda simptom- symptom seperti: menurunya mood subjektif, rasa pesimis dan sikap nihilistic, kehilangan kespontanan dan gejala vegetatif (seperti kehilangan berat badan dan gangguan tidur). Depresi juga merupakan kompleks gangguan yang meliputi gangguan afeksi, kognisi, motivasi dan komponen perilaku.

Kehilangan orang yang dicintai untuk selamanya itu? sangat menyakitkan sekaligus menyedihkan. Hal ini dialami oleh Beny Sutanto (30), warga Sidoarjo, Jawa Timur yang belum lama ditinggal untuk selamanya oleh istri Beny yang sedang hamil tujuh bulan. Hal ini membuat Beny depresi hingga akhirnya ia mengakhirinya hidupanya dengan terjun dari lantai tiga sebuah pusat perbelanjaan kawasan Surabaya, aksi ini membuatnya tewas ditempat kejadian. Sebelum melakukan hal ini Beny sempat menabrakan mobilnya ke pembatas parkir lantai tujuh pusat perbelanjaan itu. Lantas, Beny turun dari mobil dan menuju kantin mal yang terletak dilantai tiga, menurut saksi mata sebelum Beny melompat untuk mengakhir hidupnya ia sempat terlihat duduk seorang diri di meja kantin dan selang beberapa menit ia berdiri dan menuju tepi gedung.

Lalu tiba-tiba Beny melompat dan berteriak kencang. Hingga membuat pengunjung mal heboh. Beny pun tewas bersimbah darah setelah tubuhnya jatuh di jalan menuju parkiran. Sebelum melakukan aksi yang anarkis ini Beny sempat berkirim pesan ke keluarganya via SMS (pesan elektronik) sekitar pukul 11:45 WIB yang berisikan “Ko tlg ya jempit jenasahku di mall itc. Da ga sanggup lagi amu. Bye bye ko. Thx ya”. Menurut salah satu keluarga korban yang datang ke tempat kejadian “Sejak istrinya meninggal, sikap Beny banyak perubahan. Istrinya meninggal dalam kondisi hamil tujuh bulan. Sejak saat itu, bawaannya murung terus” dan pada hari kejadian itu Beny berpamitan untuk pergi ke ITC dan keluarga sempat ingin mengantarnya tetapi di tolak oleh Beny karena ia ingin pergi sendirian.

Dari teori dan salah satu kasus tentang depresi. Yang dialami oleh Beny merupakan depresi yang sangat berat dimana ia kehilangan istrinya dan calon anaknya, bagaimana tidak berat calon anak merupakan dambaan dari sebuah keluarga. Beny depresi akibatnya ia mengambil jalan pintas untuk bunuh diri dalam menyelesaikan depresinya. 

Sumber Refernsi:
Essay Kedua


Hubungan antara kesehatan mental dengan kecerdasan emosional. Apa sih arti dari kesehatan mental dan kecerdasan emosional itu sendiri? Disimak baik-baik ya penjelasannya.

Menurut organisasi kesehatan dunio (WHO) kesehatan adalah suatu kondisi perasaaan yang sempurna, baik secara fisik, mental/ kejiwaan, maupun lingkungan sosialnya. Selanjutnya apa sih pengertian dari emosi? “Emosi” berasal dari bahasa latin yaitu movere, yang berarti “menggerakkan, bergerak” (Goleman, 2006). Menurut Goleman (2006) emosi adalah suatu perasaan dan pikiran yang khas, suatu keadaan fisiologis dan biologis, dan serangkaian kecenderungan untuk bertindak. Menurut Goleman (2006) kecerdasan emosi adalah kemampuan untuk mengendalikan impuls emosional, kemampuan untuk membaca perasaan orang lain, dan kemampuan untuk membina hubungan yang baik dengan orang lain. Konsep Kecerdasan Emosional Goleman (2006) menyatakan bahwa konsep kecerdasan emosional meliputi lima wilayah utama, yaitu : a. Mengenali emosi diri Kesadaran diri adalah kemampuan untuk mengenali perasaan sewaktu perasaan itu terjadi. Ini merupakan dasar kecerdasan emosional. Konsep ini meliputi kemampuan untuk memantau perasaan dari waktu ke waktu yang merupakan hal penting bagi wawasan psikologi dan pemahaman diri. Ketidakmampuan untuk mengenali emosi diri kita yang sesungguhnya membuat kita berada dalam kekuasaan perasaan. Orang yang memiliki keyakinan yang lebih tentang perasaannya adalah sebuah pilot yang andal bagi kehidupan mereka. Karena mereka mempunyai kepekaan yang lebih tinggi akan perasaan mereka yang sesungguhnya di dalam pengambilan keputusankeputusan masalah pribadi, mulai dari masalah siapa yang akan dinikahi sampai ke pekerjaan apa yang akan diambil.

Dari teori diatas, saya bisa mengambil salah satu contoh tentang seseorang guru yang tidak bisa mengatur kecerdasan emosionalnya. Ade Sukma Fachrurromdzi adalah salah satu siswa SMP IT Insan Mubarak yang dipukul oleh Kholil selaku guru Ade Sukma hingga pingsan dan mengalami luka hingga harus di jahit dibagian pelipisnya akibat prilaku Kholil. Ade Sukma bukan hanya satu korban yang mengalami kekerasan di dunia sekolah sebenarnya sudah banyak terjadi di Indonesia ini. Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Agus suradika menentang keras perlakuan kasar seorang tenaga pendidik kepada muridnya. Menurut Agus, jika seorang guru tidak bisa mengendalikan emosinya lebih baik tidak memilih profesi sebagai tenaga pengajar. Hingga saat ini tidakan guru Ade Suma sudah ditangani unit PPA Polres Metro Jakarta Barat. Dalam waktu dekat polisi segera memanggil Kholil untuk menjalani pemeriksaan. Kholil mengaku tidak sengaja memukul anak didiknya itu.

Lalu apa hubungannya kesehatan mental dengan kecerdasan emosional? Dari teori yang sudah jabarkan dan saya berikan salah satu kasus. Menurut saya kondisi seseorang yang sedang tidak baik dalam jiwa ataupun mentalnya akan dapat mempengaruhi emosionalya. Kholil adalah satu orang yang tidak dapat mengendalikan emosinya secara baik dan cerdas. Untuk dapat mengendalikan emosi dengan baik silahkan buka sumber referensi saya pada jurnal kecerdasan emosi pada remaja pelaku tawuran. Jiwa/ mental yang sehat akan mempengaruhi mood kita dalam berkerja ataupun melakukan sesuatu dan akan dapat mengkontrol diri kita untuk mengendalikan situasi yang kita hadapi. Terimakasih atas sumber referensi yang sudah membantu saya dalam penulisan tugas essay pada mata kuliah kesehatan mental.

Sumber Refernsi:

Rabu, 25 Maret 2015

Sejarah Kesehatan Mental, Konsep Kesehatan Mental, dan Model Kesehatan Barat dan Timur

Siapa yang tahu? Apa sih arti kata sehat? Apa keadaan kalian sekarang ini sehat atau sakit? Kalau belom tau bisa dibaca tulisan ini. Semoga bermanfaat. Selamat membaca. :)

Sejarah Kesehatan Mental

Selama ini masih banyak mitos dan konsepsi yang diyakini masyarakat Indonesia mengenai Kesehatan Mental yang keliru, antara lain: gangguan mental adalah herediter/ diturunkan, gangguan mental tidak dapat disembuhkan, gangguan mental muncul secara tiba-tiba, gangguan mental merupakan aib/ noda bagi lingkungannya, gangguan mental merupakan peristiwa tunggal, seks merupakan penyebab munculnya gangguan mental, kesehatan mental cukup dipahami dan ditangani oleh satu disiplin ilmu saja, kesehatan mental dipandang sama dengan “ketenangan batin”, yang dimaknai sebagai tidak ada konflik, tidak ada masalah, hidup tanpa ambisi, pasrah.
  • Jaman Purba/ Pra Sejarah

Penyakit mental di anggap dan diperlakukan seperti penyakit fisik yang dipengaruhi oleh roh jahat, guna-guna, kutukan Tuhan, dan sebagainya. Pasien yang menderita penyakit mental di intervensi melalui kekuatan supra natural. Pasien yang merugikan atau yang tidak dapat disembuhkan akan dibunuh atau dibiarkan meninggal.
  • Tahap Demonologi (sebelum abad pertengahan)

Kesehatan mental dikaitkan dengan kekuatan gaib, kekuatan spiritual, setan dan makhluk halus, ilmu sihir, dan sejenisnya. Gangguan mental terjadi akibat kegiatan yang menentang kekuatan gaib tersebut. Sehingga bentuk penanganannya tidak ilmiah dan kurang manusiawi, seperti: upacara ritual, penyiksaan atau perlakuan tertentu terhadap penderita dengan maksud mengusir roh jahat dari dalam tubuh penderita.
  • Tahap Pengenalan Medis (4abad SM-abad ke 6 SM)

Mulai dari abad ke-4 Sebelum Masehi muncul tokoh-tokoh di bidang medis yang merupakan filsuf-filsuf Yunani. Yaitu Hipocrates, Hirophilus, Galenus, Vesalius, Paracelsus, dan Cornelius Agrippa. Mereka mulai menggunakan konsep biologis yang penanganannya lebih manusiawi. Mereka berpendapat bahwa gangguan mental disebabkan oleh gangguan biologis atau kondisi biologis seseorang, bukan akibat roh jahat. Tetapi pendapat ini ditentang keras dari aliran-aliran yang meyakini adanya roh jahat. 
  • Tahap Sakit Mental dan Revolusi Kesehatan Mental

Tahapan ini mulai muncul pada abad ke-17: Renaissance (revolusi Prancis), dengan tokohnya Phillipe Pinel yang lebih mengutamakan persamaan, kebebasan, dan persaudaraan dalam menangani pasien gangguan mental di rumah sakit.Terjadi perubahan dalam pemikiran mengenai penyebab gangguan mental dan cara penanganan serta upaya penyembuhannya. Tokoh-tokoh yang mendukung adalah:
  1. William Tuke (abad 18), di Inggris: perlakuan moral pasien asylum.
  2. Benjamin Rush (1745-1813), di Amerika Serikat: merupakan bapak kedokteran jiwa Amerika.
  3. Emil Kraepelin (1855-1926), di Jerman: menyusun klasifikasi gangguan mental pertama kali.
  4. Dorothea Dix (1802-1887), di Amerika: mengajar dan memberikan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat miskin dan komunitas perempuan di penjara.
  5. Clifford Beers (1876-1943), di Amerika: pengusaha yang mendirikan gerakan kesehatan mental di Amerika.
  • Tahap Pengenalan Faktor Psikologis (abad ke-20)

Merupakan revolusi kesehatan mental ke-2. Munculnya pendekatan psikologis (Psikoanalisa) yang mempelopori penanganan penderita ganggan mental secara medis dan psikologis. Tokoh utamanya adalah Sigmund Freud, yang melakukan penanganan hipnose, kartasis, asosiasi bebas, serta analisis mimpi. Tujuannya adalah mengatasi masalah mental individu dengan menggali konflik intrapsikis penderita gangguan mental. Intervensi tersebut dikenal dengan istilah penanganan klinis (psikoterapi).
  • Tahap Multifaktoral

Mulai berkembang setelah Perang Dunia II. Kesehatan mental dipandang tidak hanya dari segi psikologis dan medis, tetapi melibatkan faktor interpersonal, keluarga, masyarakat, dan hubungan sosial. Interaksi semua faktor tersebut diyakini mempengaruhi kesehatan mental individu dan masyarakat.
Tahap ini merupakan Revolusi ke-3 gerakan kesehatan mental dengan tokohnya Whittingham Beers (“A Mind That Found Itself”), William James dan Adolf Meyer. Menurut pandangan ini, penanganan penderita gangguan mental lebih baik dilakukan sejak tahap pencegahannya, yaitu:
  1. Pengembangan perbaikan dalam perawatan dan terapi terhadap penderita gangguan mental
  2. Penyebaran informasi yang mengarah pada sikap inteligen dan humanis pada penderita gangguan mental
  3. Mengadakan riset terkait
  4. Mengembangkan praktik pencegahan gangguan mental
Konsep Mental


Sehat dan sakit adalah dua kata yang saling berhubungan erat dan merupakan bahasa kita sehari-hari. Dalam sejarah kehidupan manusia istilah sehat dan sakit dikenal di semua kebudayaan. Sehat dan sakit adalah suatu kondisi yang seringkali sulit untuk kita artikan meskipun keadaan ini adalah suatu kondisi yang dapat kita rasakan dan kita amati dalam kehidupan sehari-hari hal ini kemudian akan mempengaruhi pemahaman dan pengertian seseorang terhadap konsep sehat misalnya, orang tidak memiliki keluhan-keluahan fisik dipandang sebagai orang yang sehat. Sebagian masyarakat juga beranggapan bahwa anak yang gemuk adalah anak yang sehat meskipun jika mengacu pada standard gizi kondisinya berada dalam status gizi lebih atau overweight. Jadi faktor subyektifitas dan kultural juga mempengaruhi pemahaman dan pengertian mengenai konsep sehat yang berlaku dalam masyarakat.
Kata sehat merupakan Indonesianisasi dari bahasa Arab “ash-shihhah” yang berarti sembuh, sehat, selamat dari cela, nyata, benar, dan sesuai dengan kenyataan. Kata sehat dapat diartikan pula: (1) dalam keadaan baik segenap badan serta bagian-bagiannya (bebas dari sakit), waras, (2) mendatangkan kebaikan pada badan, (3) sembuh dari sakit. 
Dalam bahasa Arab terdapat sinonim dari kata ash-shihhah yaitu al-‘afiah yang berarti ash-shihhah at-tammah (sehat yang sempurna ). Kedua kata ash-shihah dan al-afiah  sering digabung digabung menjadi satu yaitu ash-shihhah wa al’afiah, yang apabila diIndonesiakan menjadi ‘sehat wal afiat’ dan  artinya sehat secara sempurna. Kata sehat menurut Kamus Bahasa Indonesia adalah suatu keadaan/ kondisi seluruh badan serta bagian-bagiannya terbebas dari sakit. Mengacu pada Undang-Undang Kesehatan No 23 tahun 1992 sehat adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan seseorang dapat hidup secara sosial dan ekonomis. konsep “sehat”, World Health Organization (WHO) merumuskan dalam cakupan yang sangat luas, yaitu “keadaan yang sempurna baik fisik, mental maupun sosial, tidak hanya terbebas dari penyakit atau kelemahan/cacat”. Dalam definisi ini, sehat bukan sekedar terbebas dari penyakit atau cacat. Orang yang tidak berpenyakit pun tentunya belum tentu dikatakan sehat. Dia semestinya dalam keadaan yang sempurna, baik fisik, mental, maupun sosial.
Pengertian sehat yang dikemukan oleh WHO ini merupakan suatau keadaan ideal, dari sisi biologis, psiologis, dan sosial sehingga seseorang dapat melakukan aktifitas secara optimal. Definisi sehat yang dikemukakan oleh WHO mengandung 3 karakteristik yaitu :
  1. Merefleksikan perhatian pada individu sebagai manusia
  2. Memandang sehat dalam konteks lingkungan internal dan eksternal
  3. Sehat diartikan sebagai hidup yang kreatif dan produktif.Sehat bukan merupakan suatu kondisi tetapi merupakan penyesuaian, dan bukan merupakan suatu keadaan tetapi merupakan proses dan yang dimaksud dengan proses disini adalah adaptasi individu yang tidak hanya terhadap fisik mereka tetapi terhadap lingkungan sosialnya.

Jadi dapat dikatakan bahwa batasan sehat menurut WHO meliputi fisik, mental, dan sosial Sedangkan batasan sehat menurut Undang-undang Kesehatan meliputi fisik (badan), mental (jiwa), sosial dan ekonomi. Sehat fisik  yang dimaksud disini adalah tidak merasa sakit dan memang secara klinis tidak sakit, semua organ tubuh normal dan berfungsi normal dan tidak ada gangguan fungsi tubuh. Sehat mental (jiwa), mencakup:
  • Sehat Pikiran tercermin dari cara berpikir seseorang yakni mampu berpikir secara logis (masuk akal) atau berpikir runtut
  • Sehat Spiritual tercerimin dari cara seseorang dalam mengekspresikan rasa syukur, pujian, atau penyembahan terhadap pencinta alam dan seisinya yang dapat dilihat dari praktek keagamaan dan kepercayaannya serta perbuatan baik yang sesuai dengan norma-norma masyarakat.
  • Sehat Emosional tercermin dari kemampuan seseorang untuk mengekspresikan emosinya atau pengendalian diri yang baik

Sehat Sosial adalah kemampuan seseorang dalam berhubungan dengan orang lain secara baik atau mampu berinteraksi dengan orang atau kelompok lain tanpa membeda-bedakan ras, suku, agama, atau kepercayaan, status sosial, ekonomi, politik.
Sehat dari aspek ekonomi yaitu mempunyai pekerjaan atau menghasilkan secara ekonomi. Untuk anak dan remaja ataupun bagi yang sudah tidak bekerja maka sehat dari aspek ekonomi adalah bagaimana kemampuan seseorang untuk berlaku produktif secara sosial.
Pengertian sehat pada umumnya didefinisikan sebagai sesuatu yang berfokus pada jasmaniah, seperti bebas dari penyakit atau tidak cacat dan kurang memperhatikan hal yang bersifat mental. Konsep sehat itu sendiri yang memang lebih banyak ditemui konsep tentang sakit, ini membuat pemahaman tentang sehat mengalami kerancuan dalam batasan kesehatan sebagai pegangan suatu derajat yang harus dicapai seseorang.

Model Kesehatan Barat dan Timur 

Ada perbedaan antara model kesehatan Barat dan Kesehatan Timur. Berikut adalah penjelasannya:
Model Kesahatan Barat
Model Kesahatan Timur
Model Biomedis (Fruend, 1991)
Dipengaruhi oleh filosofi Yunani (Plato&Aristoteles). Manusia terdiri dari tubuh dan jiwa. Ditambah dengan perkemb biologi, penyakit dan kesehatan semata-mata dihubungkan dgn tubuh saja. Semboyan: “Men Sana In Corpore Sano”. Memiliki 5 asumsi: (Freund, 1991)
  • Tdp perbedaan nyata antara tubuh dan jiwa shg penyakit diyakini berada pada satu bagian tubuh tertentu.
  • Penyakit dapat direduksi pada gangg fungsi tubuh.
  • Penyakit disebabkan oleh suatu penyebab khusus yang secara potensial dpt diidentifikasi.
  • Tubuh seperti sebuah mesin.
  • Tubuh adalah objek yang perlu diatur dan dikontrol.

Bersifat lebih holistik (Joesoef, 1990).
Holistik sempit
Organisme manusia dilihat sbg suatu sistem kehidupan yang semua komponennya saling terkait dan saling tergantung.

Model Psikiatris (Helman, 1990)
Penggunaan berbagai model untuk menjelaskan penyebab gangguan mental. Model organik: menekankan pada perubahan fisik dan biokimia di otak. Model psikodinamik: berfokus pada faktor perkembangan dan pengalaman. Model behavioral: psikosis terjadi karena kemungkinan2 lingkungan. Model sosial: menekankan gangg dalam konteks performansnya.
Holistik luas
Sistem tersebut merupakan suatu bagian integral dari sistem2 yang lebih luas, dimana orginasme individual berinteraksi terus menerus dengan lingkungan fisik dan sosialnya, yaitu tetap terpengaruh oleh lingkungan tapi jg bisa m’ngaruhi dan mengubah lingkungan.
Model Psikosomatis (Tamm, 1993)
Muncul karena ketidakpuasan dengan model biomedis.Dipelopori oleh Helen Flanders Dunbar (1930-an). Tidak ada penyakit fisik tanpa disebabkan oleh anteseden emosional dan sosial. Sebaliknya tidak ada penyakit psikis yang tidak disertai oleh simtom somatik. Penyakit berkembang melalui saling terkait secara b’kesinambungan antara faktor fisik dan mental yang saling memperkuat satu sama lain melalui jaringan yang kompleks.


SUMBER REFERNSI

Terimakasih atas sumber yang saya dapat. Semoga bermanfaat bagi yang membaca. :)



Nama: Sanela Isnaeni Haka
Kelas : 2pa11
NPM : 18513235
Kesehatan Mental